SENAM LANTAI
Assalamualaikum Wr Wb.
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Di kelas 7 dan 8 kita pernah mempelajari tentang senam lantai, dan untuk petemuan kali ini kita akan mengulang kembali materi yang pernah dipelajari terdahulu. Silahkan baca materi berikut ini dan jangan lupa mengisi presensi di link yang sudah disediakan di akhir materi.
SENAM LANTAI
Pengertian Senam Lantai
Senam Lantai (Flour Exercise) adalah satu bagian dari cabang Senam, yang
gerakan-gerakannya dilakukan di atas lantai (Matras) atau Permadani. Senam ini
disebut juga senam bebas karena Pesenam tidak menggunakan alat bantu selain
lantai (matras) dengan ukuran 12 x 12 meter atau menggunakan matras dengan
lebar 1 meter dan panjang sesuai kebutuhan untuk menjaga keamanan.
Jenis dan Macam senam Lantai
1. BERGULING (ROLL)
Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Sikap permulaan jongkok,kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu
menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua
kaki di
lipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha
bangun.
e. Kembali kesikap semula atau berdiri
Ket:
selain berguling ke depan ada juga berguling ke belakang atau roll belakang
yaitu dengan sikap awal
yang sama dengan guling depan tetapi
arahnya kebelakang atau mundur
2. KAYANG.
Kayang adalah sikap membusur dengan posisi kaki dan tangan bertumpu pada
matras dalam keadaan terbalik dengan
meregang dan
mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan
menempatkan
kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari
gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan
pinggang.
Cara
melakukan gerakan kayang sebagai berikut.
a. Sikap
permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua
kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua
tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi
badan melengkung bagai busur.
3. SIKAP LILIN
Sikap lilin
merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas
(rapat)
bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada
lantai.
Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan
menopang
pinggang.
Cara
melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut:
a. Tidur
terlentang, kedua tangan di saping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat
kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang
menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada
pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
4. GULING LENTING.
a. Latihan rangkaian berakan berguling.
Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Sikap
permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
2.
Mengguling ke belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok,
tangan
menumpu di samping kepala, ibu jari dekat
dengan telinga.
3.
Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan
menolak
badan melayang dan membusur, kepala rapat.
4. Mendarat
dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur dengan keras
ke atas.
b. Lenting kepala/dahi
Cara melakukannya sebagai berikut:
1.
Membungkuk bertumpu pada dahi dan membentuk segi tiga sama sisi, punggung tegak
lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari
kaki bertumpu di lantai.
2.
Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak
sekuat-kuat
kepala pasif, badan melaayang dan membusur.
3. Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur lengan ke atas.
5. BERGULING KE DEPAN DILANJUTKAN LENTING
TENGKUK/KEPALA
Sebelum
latihan rangkain gerakan berguling ke depan lenting tengkuk/kepala, akan di
bahas
dulu
bagaimana melakukan guling depan yang betul.
Cara melakukan gerakan guling depan sebagai
berimut:
a. Sikap
permulaan jongkok tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Luruskan
kedua kaki, siku tangan di tekuk, kepala dilipat sampai dagu dengan menyentuh
dada.
c.
Mengguling ke depan dengan mendaratkan kuduk terlebih dahulu dan kedua kaki
dilipat
rapat pada dada.
d. Kedua
tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali
berusaha jongkok.
6. BERDIRI TANGAN (HANDS STAND).
a. Berdiri
Tangan (Hands Stand)
1. Sikap
permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2.
Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras,
pandangan
sedikit ke depan, pantat didorong
setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang
tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan
tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4. Kedua
tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan
diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan
ke atas.
5. Perhatikan keseimbangan.
b. Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka
1. Sikap
permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukan
badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lurus, pandangan sedikit
lurus ke depan, pantat didorong
setinggi-tingginya, tungkai ke depan bengkok, sedang
tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan
tungkai belakang ke atas, diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua
tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan lengan, setelah itu kaki di
buka
ke samping kiri dan kanan, pertahankan
sikap ini beberapa saat, selanjutnya kaki dirapat
kembali lalu dibuka ke depan dan ke
belakang pandangan diantara tumpuan kedua tangan atau matras.
https://materipenjasorkes.blogspot.com/2011/10/senam-lantai.html







